Thursday, January 19, 2012

Pendidikan Pemakai Perpustakaan Kelas 7

Untuk pendidikan pemakai perpustakaan siswa Year 7, kali ini saya menggunakan metode Cephalonian. Sebelumnya saya pernah menggunakan Treasure Hunt yang sebetulnya lebih banyak menggunakan unsur-unsur permainan dan sesi ceramah, seperti yang sudah saya lakukan untuk Year 12. Metode ini sudah saya ketahui sejak lama, baru kali ini saya memutuskan untuk mencoba menerapkannya.

Metode Cephalonian adalah tehnik untuk menyampaikan sesi induction ke audience yang besar dengan menggunakan bauran pertanyaan yang interaktif, warna dan lagu. Metode ini dikembangkan oleh Nigel Morgan dan Linda Davies (2004) di Universitas Cardiff dan sebetulnya juga mengadopsi tehnik yang digunakan saat sesi penyambutan dari sebuah paket liburan di Cephalonia, Yunani. Metode ini menggunakan pertanyaan - pertanyaan yang memicu partisipasi peserta (Blanchet:2012, hal 165).

Persiapan

Persiapan pertama adalah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang nantinya akan di ambil oleh siswa. Saya mencoba mengelompokkan pertanyaan-pertanyaan itu ke dalam lima kategori yaitu:
1. Kategori 1 - Kenali Perpustakaanmu, yang memuat tiga pertanyaan
2. Kategori 2 - Aturan Perpustakaan, yang memuat empat pertanyaan
3. Kategori 3 - Koleksi Perpustakaan, yang memuat empat pertanyaan
4. Kategori 4 - OPAC, yang memuat empat pertanyaan
5. Kategori 5 - Fasilitas Perpustakaan, yang memuat tiga pertanyaan

Dari kategori ini, pertanyaan pertanyaan tadi di masukkan dalam amplom warna. Misalnya, untuk Kategori 1, pertanyaan dan amplopnya berwarna biru. Pertanyaan=pertanyaan kategori 2 berwarna merah jambu (the boys hate it when they got it), kategori 3 berwarna hijau, kategori 4 berwarna oranye dan kategori 5 berwarna merah.

Ini dia lima kertas warna warni yang memuat pertanyaan pertanyaan yang sudah digunting dan dimasukkan ke dalam amplop.



Persiapan kedua adalah menyiapkan slide show di powerpoint sebagai jawaban untuk masing-masing pertanyaan tadi. Warna background dari slide juga disesuaikan dengan warna kategori tadi. Dengan adanya 18 pertanyaan, maka dibuatlah 18 slide jawaban.

Nah misalkan ada siswa yang mendapat pertanyaan dalam amplop merah jambu yang isinya: How many books can I borrow? maka saya akan membuka slide yang berisi jawaban dari pertanyaan itu.



Demikian seterusnya. Itu sebabnya penting membuat panduan pertanyaan dan menuliskan slide ke -berapa jawaban dari pertanyaan itu.

The D day

Saat kelas dimulai, para siswa sebanyak 13 orang diberitahu bahwa sesi kali ini adalah tentang pengenalan perpustakaan, dan mereka diminta untuk mengambil satu amplop, tanpa boleh memilih, dari dalam tas yang berisi kumpulan amplop-amplop pertanyaan tadi.

Pembahasan dimulai dengan menyebut warna tertentu untuk memulai sesi. Mereka berebut menyebut warna amplop mereka masing-masing. Satu warna kategori dengan beberapa pertanyaannya di selesaikan sebelum pindah ke rangkaian pertanyaan dari warna lain, demikian selanjutnya.

Kadang, slide tidak sempat dimunculkan karena para siswa sudah terlebih dahulu menjawab pertanyaannya. Jadi memang perlu satu staf yang bertugas mencari slide jawaban untuk ditampilkan, sehingga kelas tidak perlu menunggu saya untuk mencari slide jawaban, meskipun sudah disiapkan nomor slidenya untuk memudahkan pencarian.



Delapan belas pertanyaan selesai dalam 45 menit. 15 menit sisanya, digunakan untuk mereka latihan menggunakan OPAC dan online database untuk mencari informasi terkait dari buku yang sedang mereka baca yang dituntun oleh guru mereka. Dengan demikian, kolaborasi terjalin nyata, dan sang guru mencoba untuk menghubungkan sesi induction yang sudah disampaikan dengan apa yang sedang mereka pelajari. Sayangnya, jaringan wifi sekolah agak sedikit terganggu sehingga link ke OPAC tidak bekerja dengan baik.

Sesi interaktif memang terjalin, dan meskipun menggunakan pertanyaan-pertanyaan penuntun, saat membahas jawabannya, tidak menutup kesempatan untuk mendiskusikan topik terkait.

Bacaan:
Blanchet, Helen; Powis, Chris; Webb, Jo. 2012. A Guide to Teaching Information Literacy: 101 practical tips. London: FAcet Publishing. Hal. 165-166

Monday, January 09, 2012

mencintaimu dengan sederhana

Aku mau mencintaimu dengan sederhana

Seperti mentari yang menyinari bumi dan isinya tanpa bertanya mengapa ia harus melakukannya

Tanpa harus ia tahu apakah rumput, daun, tanah dan air itu memerlukannya

Aku mau mencintaimu dengan sederhana

Seperti air yang mengalir di sungai
yang menjalani hidupnya melalui lekukan batu, kayu, dinding tanah atau tapak kaki yang kadang menghalangi jalannya

Aku mau mencintaimu dengan sederhana

Seperti tanah yang tidak pernah tahu kapan ia dicangkul atau ditanam, dipupuk atau ditutupi bebatuan

Aku mau mencintaimu dengan sederhana

Seperti rembulan malam yang bersinar malu malu
Seolah ia tahu manusia sedang menikmati romantika sinarnya di kegelapan malam

Aku mau mencintaimu dengan sederhana....

Bintaro Januari 2012
-inspired by Sapardi Djoko Damono's “aku ingin mencintaimu dengan sederhana"