Wednesday, December 31, 2008

Renungan Akhir Tahun 2008

Pertengahan Desember, saat kami duduk menikmati hotdog di sudut sebuah mal di kawasan Bintaro, lamat-lamat saya mendengar sebuah lagu Auld Lang Syne. Sebuah lagu klasik untuk pergantian tahun dari waktu ke waktu. Saat itu, hati saya tersentak, tahun 2008 akan segera berakhir. Secara cepat otak saya seolah mengulang kembali peristiwa yang telah terjadi selama tahun 2008. Cuplikan peristiwa yang secara cepat terputar dalam benak saya. Kilatan peristiwa tak beruntun itu kemudian membawa saya pada situasi hati yang …sedikit sedih. Tahun 2008 akan segera ditinggalkan, dan sorak sorai akan menyambut tahun 2009. Banyak kenangan manis yang harus menjadi sebuah memori. Demikian pula dengan kenangan pahit. Memori yang berkaitan dengan peristiwa, orang-orang, kasih mengasihi, jauh menjauhi, diam mendiami, suka tak sukai, mewarnai tahun 2008 yang sebentar lagi akan menjadi masa lalu.

Setelah hampir mengabdi selama empat belas tahun di sekolah tempat saya bekerja, rasanya tiada kata lain selain ungkapan syukur saya atas tanggung jawab yang Tuhan berikan pada saya di tempat ini. Beragam lika-liku peristiwa terjadi serta interaksi saya dengan komunitas sekolah kian membuat saya semakin terasah, semakin dewasa dan semakin matang menghadapi suatu peristiwa. Kadang aspek kemanusiaan yang masih terpengaruh oleh emosi jiwa menyeruak juga saat melihat adanya ketidakberesan atau ketidaksesuaian diri. Disinilah ungkapan manusia diasah oleh sesamanya berperan. Tanggung jawab baru mungkin sekali akan menyapa di tahun – tahun mendatang. Ada rasa kawatir dan ragu saat memikirkannya. Tapi, saat melihat ke belakang-dan mengambil pelajaran darinya-, kesempatan-kesempatan baru ini membuat kita semakin dewasa dalam cara kita berpikir, memecahkan masalah dan berinteraksi dengan orang lain. Namun demikian, persiapan mental tetap perlu dilakukan.

Tahun cacing kena kapur
Tidak dipungkiri lagi kalau APISI merupakan sebuah wadah yang menampung aktualitas diri saya sebagai pustakawan sekolah seutuhnya. Mengambil peran dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan APISI, menolong saya untuk memahami lebih dalam lagi akan peran dan kontribusi profesi saya bagi masyarakat kepustakawanan Indonesia. Memang asosiasi ini masih terbilang muda. Masih banyak kekurangan yang terjadi di sana-sini. Tapi semangat, komitmen kerja dan partisipas aktif serta kontribusi pengurus yang tergabung di dalamnya sangat berperan penting dalam pengembangan sayap profesionalitas kepustakawanan, di bidang kepustakawanan sekolah di Indonesia khususnya untuk melangkah pasti maju ke depan. Memasuki tahun ketiga yang merupakan tahun terakhir masa bakti kepengurusan pertama, APISI telah bergerak bagai cacing kena kapur. Tidak bisa diam. Rasanya, keinginan untuk mempercepat langkah kemajuan ingin segera dilakukan secepat mungkin dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Tentu saja, hal ini tidak mungkin. Ke depannya, APISI sangat berharap pada potensi pustakawan – pustakawan muda yang merasa terganggu melihat dunia kepustakawanan Indonesia yang berjalan lambat langkahnya. UU no 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan telah disahkan. Sosialisasinya dilakukan di berbagai pelosok Indonesia. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI tentang Kompetensi Tenaga Pengelola Perpustakaan dapat dikatakan senagai awal tantangan profesi ini untuk terus bergerak maju ke arah yang lebih baik lagi. Sekali lagi dan tidak pernah berhenti saya berterima kasih bagi para senior – senior di bidang kepustakawanan di Indonesia yang mau terlibat secara langsung untuk turut serta berpartisipasi aktif memberikan masukan bagi APISI. Ada baiknya sejarah yang keliru tidak terulang, bukan.

Kegiatan gerejawi rasanya memiliki porsi paling sedikit dalam komitmen di tahun 2008. Rasanya segala perhatian, tenaga dan energi sudah habis terserap saat APISI mempersiapkan kegiatan internasionalnya di bulan Juli. Malu sebetulnya. Tapi ini mungkin akibat dari ’kerakusan’ akan kegiatan dan keinginan melakukan banyak hal sekaligus tanpa memperhitungkan kapasitas diri, waktu, tenaga dan pikiran. Bersyukur memiliki kawan-kawan yang cukup suportif. Agenda kegiatan berjalan, namun memang agak lambat.
Satu peran yang sangat penting namun sering dilupakan adalah suami dan anak-anak. Kegiatan sehari-hari kadang mengaburkan makna dukungan relasi antar keluarga. Penting: anak bertumbuh dengan cepat. Nilai-nilai apa yang patut diajarkan pada mereka SAAT INI sebelum terlambat.

Siap memasuki tahun 2009

Pelajaran nomor satu:
Dalam beberapa jam lagi, tahun 2009 akan menggantikan tahun 2008. Ingatlah bahwa dengan banyaknya keinginan kita untuk memberi pada orang lain, diri kita juga perlu perhatian. Pola makan dan pola hidup sehat serta olah raga teratur penting untung diperhatikan. Tentu akan sulit bagi kita untuk berkontribusi lebih dan lebih lagi jika kondisi fisik kita tidak memungkinkan, bukan?

Pelajaran nomor dua:
Belajar bilang TIDAK terhadap kegiatan, tawaran yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan-kegiatan yang memang menjadi prioritas. Kalau memang bisa ditolak, tolaklah karena tidak berkaitan langsung dengan kegiatan inti, atau mulai dengan pendelegasian. Ingat, bahwa menolak bukan berarti melulu negatif, tapi ini semata-mata menjaga kualitas kegiatan yang menjadi prioritas kita. Menolak berarti kita mau menjaga konsitensi dan apresiasi terhadap tanggun jawab yang sudah menjadi prioritas kita. Dengan demikian, ketika ada tawaran atau permintaan yang datang, telaah baik-baik. Apakah tawaran ini berkaitan langsung dengan apa yang sedang menjadi prioritas kita saat ini? Dapatkan didelegasikan? Kalau tidak, katakan TIDAK dan tetaplah membina hubungan baik dengan mereka yang memberikan tawaran itu. Ketidak hati-hatian dalam menerima setiap tawaran akan menjadikan kita tidak fokus terhadap tujuan kegiatan prioritas kita.

Selamat tinggal 2008
Hidup ini indah, ketika kita memaknainya dengan beragam kegiatan dan aktifitas yang bermakna bagi orang lain. Segala tanggung jawab yang diberikan saat ini merupakan sekolah yang akan membawa kita dari tingkat kepandaian dari level satu ke level yang lebih tinggi nantinya. Ujiannya adalah diri sendiri. Kesuksesan diraih saat kita mau jujur pada diri sendiri dalam mengukur seberapa total kita mau memberi dan melayani orang lain, dan sikap hati yang mau terbuka terhadap koreksi ke arah yang lebih baik. Itu bisa dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita, bahkan oleh diri kita sendiri. Bahwa hidup adalah membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi orang lain.

Selamat Datang Tahun Baru, Tahun 2009!

Friday, December 26, 2008

It's Christmas Time...

I dont know why, every Christmas time, I always busy with the gifts...It would then stop me to prepare my heart to celebrate Christmas itself. Having learnt from the past years experience, I determine myself to attend Christmas eve at church.
Here we go...
24thDecember08
Morning...realising that tonite is family gathering also celebrating my mother in law's brithday, which means..exchange gifts as well...and I haven't had any to give..
Off I go to Point Square..to shop the gifts to my children, of course, and the nieces and nephews. Hmm...I must say that i enjoy a lot shopping with myown. Thinking of what gift that suit them. And at the end, I went to Giant to buy some cooking stuff. It ended at 3pm. Wrapping them quickly, asking my daughter to prepare cards...and voila!! Ready..well not perfect though, as I still missed few names to give...well..well...We are now ready to go to church. We made it. We arrived just in time before the service started and got the seats inside. We lite the candles and sang Silent Nite. I whispered Yosua the lines so that he also could sing it together. Well...it was a touchy moment, as Yosua rarely sings. May be he was enjoying the candle and lite so that he wants to sing...

I dont want to miss the Christmas time again...


Christmas time is the time to give
the time to share
the time to thankful
that He is coming for me ...
to redeem my life from sin
into eternal life with Father in Heaven...
Thank You Jesus...

Saturday, December 06, 2008

masak makanan rumah

Suatu hari saat masih sakit di rumah,terpaksa saya harus masak. Mba Ina sakit gigi.So, waktunya turun ke dapur, siap atau tidak! Sehat atau sakit!
Langkah selanjutnya adalah melihat bahan-bahan yang ada di kulkas, dan think..think..masak apa ya?

Ternyata ada: wortel, kentang, tempe, ayam, buncis, daun bawang dan sledri,keju, susu putih. Skarang check bumbu-bumbu: bawang merah, bawang putih, lada...

Rasanya, dengan bahan-bahan ini bisa buat sup, orek tempe dan ayam [diapain ya?]
Bahan yang masih diperlukan adalah bumbu dapur..okey..bisa dibeli di tukang sayur.

Persiapan dimulai. Ini dia persiapan bahan-bahannya:

Bahan sop...
Cara membuatnya:
1. Satu potong daging ayam atau ceker ayam direbus bersama satu panci sup dengan daun seledri dan daun bawang yang diikat jadi satu.

2. Setelah kaldu keluar dan air sudah mendidih, masukan wortel dan kentang (bisa juga divariasikan dengan jagung dan telur puyuh)

3. Bawang bombay (karena tidak ada diganti bawang putih) yang sudah dipotong2, di goreng dengan mentega hingga harum

4. Masukkan dalam panci

5. Tuangi susu dan keju

6. Aduk hingga rata, kemudian masukan pala, lada putih, garam dan kaldu blok secukupnya

Bahan tempe orek...
Cara membuatnya:
1. Tuangi minyak goreng secukupnya, dan goreng tempe yang sudah dipotong-potong

2 Setelah sudah matang dan kering, angkat dan tiriskan

3. Sisa minyak gunakan untuk memasak bumbu-bumbnnya: masukan bawang merah dan bawang putih, laos, daun salam setelah wangi, tuangi kecap manis

4. Setelah tercampur semua, masukan tempe (bisa juga dengan kacang tanah atau teri nasi yang sudah digoreng)

5. Aduk hingga rata
Ini hasilnya: kering, renyah dan manis
Untuk ayam... akhirnya saya memutuskan untuk membuat Ayam Goreng Mentega. Bahannya mudah, hanya bawang putih dan merica yang dihaluskan terus di goreng dengan mentega. Oya biasanya ayam yang sudah dibersihkan, saya baluri dengan bawang putih yang sudah dihaluskan selama satu jam. Supaya lebih terasa bumbunya. Sayangnya, saya menuangkan kecap terlalu banyak. Manis sekali. Selain itu...hiii...ayam ku jadi hitam!!! Well..ayam goreng kecap saya tidak sukses. Mungkin ayam dari kulkas ini masih beku bagian dalamnya karena kelamaan di freezer, jadi saat digoreng, duh...minyaknya loncat sana-loncat sini. Eh, masih juga dalemnya agak kurang mateng..ah...ayam gatot-ku! alias ayam gagal total-ku!...

Oya pekerjaan lebih ringan karena saya punya asisten pribadi yang katanya kalau besar mau jadi Chef! Masak jadi menyenangkan [meskipun Yosua harus bersembunyi di bawah meja makan saat saya menggoreng ayamnya hi..hi..hi..letupan minyak panasnya tu lohh!!]

Ini dia, Chef Yosua:



Note:

Kira-kira bahan-bahan di atas bisa diolah jadi menu apa lagi ya?

Thursday, November 20, 2008

3rd Indonesian IB Diploma 'Job a Like' Workshops

On Saturday November 15th, 2008 there was an IB Diploma Teachers Workshop at The BIS World Theatre, British International School, Tangerang, Banten. One of the groups was LIBRARIAN! So a group of 11 librarians came from IB schools in Jakarta, Surabaya, Sentul, Banten and Bandung in Secondary Library to meet, share and learn from one to each other.
Being a facilitator of this group I was so lucky of having last year's meeting minutes to start the discussion with. Some of the issues at our working places were continously discussed and developed among us. We had a strong feeling that regular and continous meeting for our professional development highly needed to support our role in terms of helping students, especially Extended Essays students. We also sought possibility to be with the teachers so that we could discuss in what area the librarians could be a help of. The answer would be ... WHY NOT!(Thanks Mr Davies!)so, hold on tightly, world!! Librarians are ready to jet set and go!
Our meeting closed with a shared idea from facilitator on steps to complete EE for students. I hope the meeting was fruitful for all of us and hopefuly there is someone who would become a facilitator for next meeting?

Show time...




Reunion time...

Friday, November 07, 2008

Pustakawan Profesional Versi Saya...

Hari Kamis 6 November 2008 saya mendatangi Bogor lagi untuk memenuhi undangan Panitia Seminar "Peningkatan Profesionalisme Pustakawan Dalam Pengembangan Perpustakaan Berbasis TIK" yang diselenggarakan oleh Ikatan Pustakawan Indonesia, Bogor. Seminar ini dilaksanakan di PUSTAKA (Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian) Bogor.

Tema profesionalisme merupakan tema baru bagi saya [maklum, yang dibicarakan selama ini kan literasi informasi terus....]Tema TIK, tema yang malah tidak saya kuasai sama sekali. Sebetulnya saya - malah kita semua saat ini malah sudah berkecimpung dan terlibat dalam dunia TIK. Lalu apa hubungannya dengan profesionalisme.

Ini pelajaran baru buat saya
Saya bersyukur karena mempunyai rekan-rekan yang tidak pelit untuk berbagi. Dari Bu Umi di Yogya, saya belajar tentang Library 2.0. Dari Faridah di Singapore, saya mendapatkan akses luas tentang Library 2.0 dan Information Literacy. Salah satunya adalah sumber dari situs slideshare yang dari dalamnya ada beberapa tentang topik ini dari para penulis di UK. Dari pak Blasius Sudarsono, LIPI Jakarta, saya malah dapat artikel komplet tentang Perpustakan 2.0. Tuh kan, tidak sadar kita sudah terjaring dalam kegiatan Teknologi Informasi dan Komunikasi ini, ya! Ini belum termasuk chit chat di YM. Diskusi pun bergulir. Hal yang pasti di dapat adalah proses belajar yang terjadi dalam situasi informal, bahkan cenderung maintain relasi sosial ya! Dan kita bisa belajar darinya. Ada relasi, ada komputer, ada koneksi ke jaringan, ada keinginan untuk bertanya dan keinginang untuk berbagi.

Tentang profesionalisme
Dalam paper saya, menilik dari arti kata profesi dan profesional ada tiga kata kunci yang terkandung dalamnya yaitu: pekerjaan yang bisa memberi nafkah, ada latar belakang pendidikannya dan keahlian serta ketrampilan yang diperolehnya dari pendidikan tersebut. Dalam dunia pustakawan sekolah, ada beberapa standard yang dapat digunakan sebagai acuan, beberapa diantaranya adalah:

- Standard Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008)PERMEN ini menjabarkan kualifikasi dan kompetensi Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah yang melalui jalur Pendidik, Kepala Perpustakaan Sekolah/Madrasah yang melalui Jalur Tenaga Kependidikan serta Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.

- Standards of Professional Excellence for Teacher Librarians yang dikeluarkan oleh Australian Library and Information Association (ASLA).
Di Australia, negara tempat tumbuh kembangnya profesi teacher librarian menyatakan bahwa untuk menjadi pustakawan guru, maka seseorang seharusnya memiliki klasifikasi ganda dari pendidikan guru dan pendidikan pustakawan. Di Indonesia, belum ada yang mengatur hal ini.

Kita di mana?
Sekarang, bagaimana mengaitkan ke profesionalime-an di dunia pustakawan jika dikaitkan dengan trend TIK saat ini?

- TIK bukan merupakan ancaman bagi perpustakaan , melainkan alat bantu yang pandai dan cerdas untuk transportasi informasi
- Pustakawan profesional mau tidak mau, suka tidak suka dihadapkan pada pilihan apakah mereka ikut di dalamnya atau keluar sama sekali
- Kalau keputusannya ya, maka Pustakawan profesional perlu memikirkan ide-ide kreatif dalam memberikan layanan kepada penggunanya melalui TIK

Untuk itu, ada 4 kompetesi, menurut saya, yang harus ada pada pustakawan profesional:

- Belajar sebagai gaya hidup (kendaraannya sudah jelas...literasi informasi)
- Berpikir terbuka
- Berbagi (membaca dan menulis)
- Berkembang secara konsisten melalui profesional development.

Oya kalau keputusannya adalah tidak mau ikut dalam dunia yang baru ini, ya..tak apa sih, tapi tak usah komplain tentang rewards, tunjangan, apalagi apresiasi. Tinggal aja terus dalam warung itu selama-lamanya, dan teruslah berjuang dengan sistem, yang disebut pak Blasius, sistem warung. Kalau ada yang beli, sukur, tak ada yang beli, tak apa....
Monggo...sila dipilih...

Monday, November 03, 2008

one day at a time...

People said that librarian has never ending jobs. It keeps buzzing in my two ears whenever school holidays happen. While other staff are enjoying their days off, we, librarians, must come in to school and...work...[what could be happier than that? :-)]Of course we, librarians, have our right to take our annual leave days during school holidays. 15 days? 20 days? We're,again- of course more fortunate that others, right? Tough, we have to split them into Christmas/New Year, Easter, Summer plus the three times of mid term holidays every year. Which event you want to save your off-days for? Anyway, I'm not writing about our right regarding annual leave nor about how many days the school grants us but about the statement above:
the librarian has never ending jobs...

First of all, this morning was wet and cold. Heavy rain poured since early morning that made us lazy to wake up.
Being a mum, shouting in the morning is a nature ritual everyday [dont tell them sometimes i used this to cover my lazyness to wake up early too]...wakey....wakey...wakey...kids! go to the bathroom, eat your breakfast, bring your school snack, put your shoes on, and...dont forget to bring your bag, my son!!!!!(he forgot to bring his bag to school, twice...whose to blame?)

Anyway...i started this monday morning hardly. Thanks to my hubby who dropped me by at school...
I though I would have finished my paper to be presented in Bogor 6th this morning. Putting the headphones on to say DONT DISTURB...okey...open my file, scaning the writing I've done already last week...suddenly i remember that I've promised a French teacher to give her quiz, questions and answers, for her camping event. Thanks to Budi who are already there to help me out with this.

Back to desk and start again...

Insurance!! geee...i have to contact them regarding fixing my car. Yesterday it bumped a sidewalk in Bogor. Poor Jeje...i think it just want more attention from us. Ring..ring...bla...bla...and done.

Check my diary. Firstly: I must prepare myself, and my lessons if next year the school would give me some dedicated time to run some classess for IB students. Secondly: the improvement of the library content especially the plan to digitize some objects in the library. Thirdly, weeding. There are boxes of books awaitng for sort out. Fourthly: The Great Books: how to use it? Fiftly, VLE's library content to develop ...and on...and on...and on..blap, close the diary. Now, do emails....ICOLIS, joining latuputty yahoogroups, and etc...etc...

Get back to my work on laptop. Then APISI turned up on my mind. Open its website. Huu..I should have uploaded some more writing in it. Then I started...add here...add there...add the nearest event info, add the polling, add the networking links..voila!!! Lunch time passed. [no body ask me to talk on line...]

A colleague visited with his wife and son. She shared her health problem. Well you cannot escape from this situation, right. Beside, I'm happy to have her coming to my library after long..long time not seeing her. Am glad, that she wants to talk with me about her condition, as for me it reflects her trust and close friendship. To the boy, having had showing him the big fish tank, I told him that there was a mermaid, or Ariel, he said. He was curious and really want to meet her and ask me where he could find her. I didn't tell him that he was talking to the one.

They're gone.

Start again.

APISI ... after some times viewing the sites, it needs some adjustmen. Do this...do that! done!
Send an email to APISI colleagues for feed back. Finish.

Now...my blog. I wrote my comments on the book i read over the weekend, and now cant help of writing more...I cant tell you the process until I find a song that I've ever listened to it when I were a child. I enjoyed Lynda Randle who sang it on youtube. Here's the lyrics:

One Day at a Time, Sweet Jesus

I'm only human, I'm just a woman
Help me believe in what I could be
And all that I am
Show me the stairway, I have to climb
Lord for my sake, teach me to take
One day at a time

cho: One day at a time sweet Jesus
That's all I'm asking from you
Just give me the strength
To do everyday what I have to do
Yesterdays gone sweet Jesus
And tomorrow may never be mine
Lord help me today, show me the way
One day at a time

Do you remember, when you walked among men
Well Jesus you know if you're looking below
It's worse now, than then
Cheating and stealing, violence and crime
So for my sake, teach me to take
One day at a time
(http://www.traditionalmusic.co.uk/folk-song-lyrics/One_Day_at_a_Time_Sweet_Jesus.htm)

Well...it wasn't about violence and crime...but this song made me sit still and
humming the melody
one day at a time....

Friday, October 31, 2008

Nudity in the library

Beberapa waktu lalu, ada salah satu guru yang datang pada staf di perpustakaan yang mempertanyakan sebuah majalah Art. Ternyata, di suplemen majalah Art itu ada beberapa foto pria - maaf - telanjang. Gambar itu masih sedikit dapat dimaklumi karena memang tidak secara terang-terangan mempertunjukkan - maaf - alat kelaminnya.
Pandangan kami agak tertegun saat melihat sebuah gambar di halaman belakang, tidak terlalu besar, tapi cukup jelas mempertontonkan - maaf - alat kelamin pria.

Disinilah masalah muncul. Salah satu guru mempertanyakan bahwa gambar tersebut jelas-jelas tidak layak untuk dilihat anak-anak kelas 7 (usiannay 11 tahun). Gambar itu cukum provokatif, katanya.

Kamipun mendiskusikan hal ini. Sebagian dari kami menganggap gambar itu 'tidak apa-apa' karena muncul di majalah Art, bukan di majalah remaja atau populer lainnya. Apalagi sejauh ini, belum ada seorang anak-pun yang melihat gambar itu atau cekikian dengan teman-temannya. Tapi tentu itu bukan pointnya, bukan?

Datanglah seorang guru Art. Kami sangat menanti-nantikan jawaban dari mereka, sebetulnya. Dan ia mengatakan, ia tidak akan membiarkan gambar ini dilihat anak-anak kelas 7. IA menyarankan agar suplemen majalah ini baiknya ditandon, dan tidak dipinjamkan pada mereka.

Padanya saya katakan bahwa di perpustakaan ada banyak buku-buku Art yang tidak sedikit memuat gambar-gambar senada. Di bagian lain, di perpustakaan juga ada koleksi tentang puberty yang memberi gambaran tentang perubahan dalam aspek fisik, mental, psikologis anak-anak menuju remaja dan dewasa. Tentunya ada dari buku-buku tersebut yang memuat gambar-gambar.

Kembali lagi kepada penilaian antara Art works dan pornography.
Dimana batasannya?

Thursday, October 30, 2008

Literasi informasi untuk orang tua

Tulisan ini dibuat untuk acara:
Breakfast Club: Literasi Informasi Untuk Perkembangan Anak
Sekolah Cikal, 17 Oktober 2008
Oleh: Hanna Latuputty

Apa itu Literasi Informasi?

Literasi informasi adalah seperangkat ketrampilan dan kemampuan seseorang utnuk mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, menyusun dan secara efektif menciptakan pengetahuan baru, memanfaatkannya serta mengkomunikasikannya dalam rangkaian pemecahan masalah yang sedang dihadapinya. (US National Commision on Library and Information Science, 2003)

Literasi informasi ini merupakan sebuah prasyarat sebagai bentuk partisipasi aktif dalam masyarakat informasi dan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang mendasar untuk pembelajaran seumur hidup.

Mengapa Literasi Informasi menjadi isu penting bagi anak-anak?

1. anak-anak tahu cara belajar yang baik dan benar
2. anak-anak mengembangkan potensi untuk menjadikan kegiatan belajar gaya hidup mereka
3. anak-anak belajar menggunakan informasi dengan tepat dan tahu bagaimana mengkomunikasikannya dengan etis
4. anak-anak diarahkan untuk mandiri dan dewasa
5. anak-anak siap menghadapi beragam informasi yang dibutuhkannya seiring dengan perubahan jaman dan perkembangan intelektualnya
6. anak-anak disiapkan menjadi warga negara yang bertanggung jawab

Contoh Model Lierasi Informasi? BIG6™

BIG6™ ditemukan dan dikembangkan pada tahun 1988 oleh Michael B. Eisenberg dan Robert E. Berkowitz. Mereka mengeluarkan sebuah tulisan berjudul: Curriculum Initiative: An agenda and Strategy for Library Media Program. Tulisan ini mengangkat BIG6™ sebagai model ketrampilan dari pemecahan masalah informasi yaitu model yang memberi siswa sebuah kerangka kerja yang sistematis dalam memecahkan masalah informasi.

Eisenberg dan Berkowitz juga menciptakan model yang lebih sederhana untuk anak-anak pada tingkat elementary. Mereka menyebutnya THE SUPER 3/ BIG6 Kids (http://www.big6.com/kids/site/2002/05/29/the-super-3/)


#1 - RENCANAKAN
Apa yang harus aku lakukan?
Hasilnya akan seperti apa jika aku menghasilkan karya yang benar-benar bagus?
Apa yang harus butuhkan untuk menunjukkan hal yang sudah aku pelajari?
Apa yang perlu aku temukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini?
#2 - KERJAKAN
Bagaimana saya dapat melakukannya?
Apa yang dapat saya gunakan untuk mendapatkan apa yang saya butuhkan?
Sekarang, saya akan membuat sesuatu untuk menunjukkan apa yang sudah saya pelajari!

#3 - Review
Apakah pekerjaan saya sudah selesai?
Apakah saya sudah melakukan apa yang seharusnya saya lakukan?
Apakah saya merasa OK tentang apa yang sudah saya lakukan?
Haruskah saya melakukan sesuatu sebelum saya serahkan?
Bagaimana mengajarkan Literasi Informasi bagi anak-anak usia Pra – sekolah dan SD?

KOLABORASI ORANG TUA, GURU, PUSTAKAWAN SEKOLAH DAN PEKERJA INFORMASI SEKOLAH LAINNYA

Peran orang tua:

• mengembangkan minat baca anak-anak sedini mungkin
- mendorong anak-anak untuk semangat membaca
- dampingi anak-anak untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah dengan rajin meminjam buku, [mereka membacanya atau orang tua membacakannya]
- bantu anak-anak untuk memilih buku yang mereka suka
- jadilah teladan dengan membaca juga

• mengenalkan pada anak-anak keragaman sumber informasi dalam kaitan di kehidupan sehari-hari seperti penggunaan:
- peta, untuk menunjukkan kota atau negara, misalnya
- kamus dan tesaurus, untuk mencari arti sebuah kata maupun sinonimnya
- buku-buku referensi anak-anak, untuk medapatkan informasi umum tentang sesuatu yang ingin diketahuinya

• memastikan bahwa internet bukan satu-satunya sumber informasi [nanti ada saatnya diajarkan bagaimana cara menilai dan memanfaatkan website]
- mencegah kesalahkaprahan sumber informasi
- internet hanya SALAH SATU alat mendapatkan informasi, tapi bukan satu-satunya yang terbaik dalam pemenuhan informasi

Peran guru dan Pustakawan sekolah/pekerja informasi sekolah

- mengembangkan ketrampilan literasi informasi secara terstruktur dan berkomitmen dalam mata pelajaran bersama-sama (interdisciplinary action)
- perpustakaan sekolah dilengkapi dengan beragam sumber-sumber informasi sebagai rujuan dalam proses belajar
- perpustakaan sekolah mengambil bagian dalam mengembangkan program library skill untuk mendukung ketrampilan literasi informasi ini

o cara menggunakan perpustakaan
o cara menemukan informasi di perpustakaan
o cara menggunakan sumber-sumber informasi di perpustakaan
o cara mengolah informasi misalnya: mindmapping, graphic organiser, note taking
o cara menggunakan informasi secara etis, yaitu dengan menghargai karya intelektual orang lain [mencegah plagiarisme, mengembangkan tekhis menulis bibiliografi]


PENUTUP
The British International School (BIS) menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sebuah tim yang melibatkan sang anak, orang tua dan guru. Di dunia pra sekolah, BIS berusaha untuk menerapkan relasi kerjasama yang friendly antara rumah dan sekolah (http://www.bis.or.id diakses tanggal 16 Oktober 2008)
Sekolah Cikal percaya bahwa keterlibatan orang tua merupakan hal yang penting untuk perkembangan maksimum anak-anak itulah sebabnya Cikal selalu mengadakan program-program untuk orang tua dan menjaga komunikasi yang konstruktif dengan mereka.( http://cikal.co.id/index.htm diakses tanggal 16 Oktober 2008)
Baik BIS maupun CIKAL sangat menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendidika anak-anak. Dengan komunikasi yang terbuka serta komitmen serius dari berbagai pihak terkait maka tujuan pembelajaran seumur hidup bagi anak-anak bukan lagi sesuatu hal yang mustahil. Literasi informasi menjadi kendaraan untuk menghasilkan pembelajar seumur hidup yang mandiri, dewasa dan nantinya menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Tanggung jawab itu ada pada pundak kita saat ini. Sekarang.

Referensi:
- Colorado, mColorin. 2008. Getting your children excited about the library. (dalam email from Farida, Ade X tanggal 8 Oktober 2008. Subject: getting Your Children Excited about the library)
- Maxwell, John C. 1997. Terobosan menjadi orang tua. Jakarta: Harvest Publication House (hal. 87-108)