Thursday, May 05, 2016

Bacaan Remaja: Seperti Apa?

Bertepatan dengan Hari Buku Dunia tanggal 23 April 2016, APISI bekerja sama dengan Sekolah Bhakti Mulia (BM) 400, Gagas Media dan Paperback menggelar acara Sarasehan Pustakawan  Sekolah dan Orang tua bertempat di Aula SMP Bakti Mulia 400 di Jakarta Selatan. Pada kesempatan ini, Direktur Utama Gagas Media Jeffri Fernando dan salah satu penulis penerbit Gagas Media, Orizuka tampil sebagai narasumber dengan moderator Om Em (Mahmudin Muhayar).

Ki-ka: Jeffri Fernando, Om Em dan Orizuka

REMAJA DAN BUKU

Pak Jeffri membuka sesi panel ini dengan beberapa pendekatan publikasi buku-buku remaja yang juga didasarkan pada data-data. Gagas Media mengkategorikan remaja pada usia 13 hungga 18 tahun dan diperkirakan ada 65 juta remaja di Indonesia, yang saat ini berpenduduk sekitar 250 jiwa.  Tehnologi komunikasi yang mengakomodasi kegiatan sosial remaja dalam beragam medianya ternyata memegang peranan pada alasan remaja membeli buku.  Menurut Jeffri, remaja cenderung membeli buku karena keaktifan mereka di media sosial yang saling memberikan pengaruh satu sama lain. Mereka juga cenderung membeli buku karena konteks sosial maupun emosional seperti ingin didengar, ingin dihargai dan diperlakukan seperti orang dewasa. Di sisi lain, mereka adalah mahluk yang cepat bosan serta 2/3 keputusan pembelian buku berdasarkan masukan teman atau idola mereka. Bagaimana dengan peranan orang tua dalam konteks pembelian buku remaja? Ternyata remaja mempunya pengaruh terhadap orang tua untuk membelikan mereka buku bacaan.